TrandSatu I Aliansi Mahasiswa Pelajar dan Rakyat (Ampera) Banten menghampar aksi demonstrasi Di Tengah Tengah arus Mudik pada Kamis malam (27/3/2025). Aksi ini sebagai bentuk penolakan terhadap revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) 2025.
Aksi yang semula direncanakan sore hari ini tertunda akibat hujan dan baru dimulai sekitar pukul 18.30 WIB, Di Lampumerah Ciceri Tepanya Depan Transmart ciceri.
Koordinator lapangan Ampera Banten, Abroh Nurul Fikri, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang dilakukan pada Kamis lalu.
“Kami tetap menuntut pencabutan revisi UU TNI 2025 karena ini menjadi cikal bakal kembalinya dwifungsi ABRI, yang berpotensi membatasi hak-hak masyarakat dan mengancam kesejahteraan rakyat Indonesia,” ujar Abroh Nurul Fikri kepada trandsatu.co. Kamis (27/3/2025)
Menurutnya, sejarah mencatat bahwa keterlibatan militer dalam ranah sipil kerap diiringi dengan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Ia menyoroti berbagai kasus yang terjadi di Papua, Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan daerah lain sebagai bukti nyata kekhawatiran mereka.
“Bahkan sebelum revisi ini disahkan, kita sudah melihat banyak kasus pelanggaran HAM yang dilakukan oleh oknum TNI,” tambahnya.
Selain menolak revisi UU TNI, massa aksi juga menentang revisi Undang-Undang Polri yang dinilai mengancam supremasi sipil. Mereka mendesak pemerintah untuk memastikan bahwa militer hanya berfokus pada tugas utamanya, yaitu menjaga pertahanan negara.
Aksi ini tidak hanya terjadi di Banten, tetapi juga mendapat dukungan dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jakarta, Surabaya, Malang, dan kota lainnya.
“Kami terafiliasi dengan berbagai gerakan mahasiswa di seluruh Indonesia untuk menyuarakan aspirasi yang sama,” kata Abroh.
Terkait pemilihan waktu aksi yang berlangsung di malam hari, ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena kondisi cuaca.
“Awalnya kami berencana memulai aksi pukul 17.00 WIB, tetapi hujan deras menghambat pelaksanaannya. Oleh karena itu, kami tetap melanjutkan aksi pada malam hari demi konsistensi perjuangan,” jelasnya.
Dalam aksi ini, Ampera Banten menyampaikan tiga tuntutan utama, yaitu pencabutan revisi UU TNI 2025, penegakan supremasi sipil, serta pengembalian TNI kepada tugas pokok dan fungsinya sebagai penjaga pertahanan negara.
Demonstrasi ini berlangsung dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian. Hingga berita ini diterbitkan, aksi masih berjalan dengan damai tanpa adanya insiden yang tererjadi.
(Dirhat)